Sempat Muncul 17 Kasus, Dinkes Pastikan Campak di Kota Malang Kini Terkendali

Reporter

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

26 - Mar - 2026, 11:06

Ilustrasi.(Foto: istimewa).

JATIMTIMES - Kasus campak sempat muncul di Kota Malang dan menjadi perhatian serius. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan penyebarannya kini telah berhasil dikendalikan setelah dilakukan langkah cepat melalui imunisasi massal.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai respons atas temuan kasus di dua wilayah, yakni Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun. “Untuk penyakit campak, kita sudah melakukan ORI. Karena memang ada beberapa kasus di Kedungkandang dan Sukun,” ujar Husnul.

Baca Juga : Mahasiswa Pulang Kampung Sampah Kota Malang Turun Signifikan

Hasilnya, capaian imunisasi tersebut bahkan melampaui target. Dinkes mencatat angka keberhasilan mencapai 95,6 persen, yang dinilai sudah cukup untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). “Alhamdulillah pencapaiannya 95,6 persen. Jadi sudah mencapai target dan herd immunity. Harapannya tidak ada lagi transmisi kasus campak,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada pencegahan, Dinkes juga memastikan seluruh pasien yang sempat terpapar kini telah sembuh. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan. “Semua yang sempat terkena, kondisinya sudah sehat. Penanganannya dilakukan mulai dari layanan dasar sampai rujukan,” tambahnya.

Sebagai informasi, gejala campak umumnya diawali dengan demam, disertai batuk dan pilek, kemudian muncul ruam atau bintik pada kulit, serta mata kemerahan.

Baca Juga : Cara Cek Daya Tampung Prodi UTBK-SNBT 2026, Lengkap dengan Tips Memilih Jurusan dan Analisis Keketatan

Hingga triwulan pertama tahun ini, total kasus campak yang tercatat di Kota Malang sebanyak 17 kasus. Seluruhnya berasal dari dua kecamatan tersebut. Dengan capaian imunisasi yang tinggi dan kondisi pasien yang telah pulih, Dinkes berharap penyebaran campak di Kota Malang tidak kembali terjadi.