Tradisi Manten Tebu, Penanda Dimulainya Musim Giling Pabrik Gula Ngadiredjo

02 - May - 2026, 05:56

Anak- arakan manten tebu PG Ngadiredjo jelang musim giling 2026.

JATIMTIMES - Menjelang musim giling 2026, Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo di Kabupaten Kediri menggelar tradisi adat manten tebu. Rangkaian tradisi tersebut dimulai dengan kirab yang diiringi dengan gamelan.

Iring-iringan rombongan pengantin tebu dikirab di area PG Ngadiredjo.Layaknya hajatan pengantin pada umumnya, manten tebu tersebut juga diiringi oleh para pendamping sambil membawa aneka sesaji maupun seserahan, termasuk sejumlah batang tebu, serta diiringi gending Jawa.Dalam kirab ini sejumlah pejabat pabrik gula bertugas membawa pasangan manten tebu secara estafet. 

Baca Juga : Pemkot Blitar Gercep Tangani Keluhan Lumpur Proyek, Progres Sekolah Rakyat Capai 40 Persen

General Manager PG Ngadiredjo Wayan Mei Purwono mengatakan, musim giling bukan hanya soal produksi gula. Ini adalah tentang menjaga tradisi, merawat kemitraan, menggerakkan ekonomi, dan menumbuhkan harapan.

Wayan menegaskan, tradisi ini bukan sekadar seremoni. Di balik setiap langkah kirab, tersimpan harapan akan musim giling yang lancar, hasil panen melimpah, serta kesejahteraan bagi ribuan keluarga yang menggantungkan hidup pada industri gula.

"Melalui selamatan buka giling yang diawali dengan kirab Tebu Manten. Ini sebagai bentuk uri-uri budaya leluhur. Sekaligus ungkapan rasa syukur karena kami akan mengawali musim giling tahun 2026," ujarnya.

Pada musim giling tahun ini, PG Ngadiredjo memasang target yang lebih tinggi. Total sebanyak 11 juta kuintal tebu ditargetkan masuk ke meja giling, dengan proyeksi produksi gula mencapai 80 ribu ton. Angka ini meningkat dibanding musim sebelumnya yang mencatat produksi sekitar 70 ribu ton dari 10,6 juta kuintal tebu.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Lebih dari 90 persen bahan baku tebu berasal dari kemitraan dengan petani. PG Ngadiredjo membina petani secara menyeluruh, mulai dari tahap on farm hingga off farm, dari persiapan lahan, pembiayaan budidaya, hingga penjualan gula dan tetes.

"Kami mengawal petani dari hulu sampai hilir agar petani tebu tidak mengalami kerugian. Kemitraan ini menjadi kunci keberhasilan giling," kata Wayan

Baca Juga : FISIP UB Luncurkan Asta Bakti, Bidik Pembangunan Manusia Kawasan Bromo Tengger Semeru

Sementara itu, Manager Tanaman PG Ngadiredjo Sabar menambahkan. Saat ini, PG Ngadiredjo bermitra dengan sekitar 1.015 petani. Sementra, sebaran pasokan tebu berasal dari Kediri sekitar 50 persen, Blitar 30 persen, dan Malang 20 persen.

Sabar menegaskan, Musim giling 2026 juga akan menjadi penggerak ekonomi yang signifikan. Sekitar 900 tenaga kerja akan terlibat langsung dalam operasional giling, ditambah sekitar 500 sopir angkutan tebu yang akan hilir mudik selama musim giling berlangsung.

Sabar mengimbau kepada para sopir angkutan tebu untuk selalu tertib berlalu lintas, mengingat lokasi PG Ngadirejo berada di persimpangan jalur nasional.

Kami mohon dukungan dan doa restu kepada seluruh masyarakat untuk sukses giling 2026. Mohon maaf jika nanti ada kebisingan atau lalu lintas sedikit terganggu. Kepada para sopir, kami harap tetap tertib dan tidak ugal-ugalan di jalan," pesannya.