MTsN 2 Kota Malang Dorong Kader Adiwiyata Jadi Penggerak Perubahan Budaya Lingkungan
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
11 - Aug - 2026, 01:21
JATIMTIMES - Upaya membangun budaya peduli lingkungan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang mulai diarahkan pada keterlibatan aktif siswa. Sebanyak 10 kader Adiwiyata dari setiap kelas dikukuhkan untuk mengambil peran dalam mendorong kebiasaan menjaga lingkungan di tengah kehidupan sehari-hari warga madrasah.
Pengukuhan tersebut dilakukan melalui Apel Pelantikan Kader Adiwiyata di Lapangan MTsN 2 Kota Malang, Senin (10/8/2026). Seluruh murid serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) turut mengikuti apel tersebut.
Baca Juga : 3 Tradisi Unik 17 Agustus di Jawa Timur yang Masih Dilestarikan, Ada Tidur di Tenda
Para kader tidak hanya diberi identitas sebagai bagian dari program lingkungan madrasah. Dalam Surat Keputusan (SK) Kader Adiwiyata yang dibacakan dalam apel, mereka ditetapkan beserta tugas dan tanggung jawab berdasarkan sejumlah bidang.
Setiap kelas memiliki 10 kader yang menangani lima bidang, yakni kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, konservasi energi, serta konservasi air.
Pembagian tersebut menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan di madrasah tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Kader juga diarahkan untuk terlibat dalam upaya menjaga sumber daya, merawat lingkungan hidup, serta membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab dalam penggunaan energi dan air.
Wakil Kepala Bidang Humas MTsN 2 Kota Malang, Muslihan, S.Ag., yang bertindak sebagai Pembina Apel, menekankan perubahan cara pandang terhadap keberadaan kader Adiwiyata.
“Kader Adiwiyata bukanlah tukang kebersihan madrasah, tetapi merupakan pionir dan duta lingkungan madrasah,” tegas Muslihan.
Menurut dia, posisi kader justru terletak pada kemampuannya menjadi contoh sekaligus mengajak warga madrasah lainnya membangun kebiasaan positif. Karena itu, kader diharapkan tidak bekerja sendiri, melainkan mampu menggerakkan teman-temannya untuk menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat fasilitas dan tanaman, serta membangun kecintaan terhadap lingkungan.
Pesan tersebut menempatkan kader Adiwiyata sebagai bagian dari proses pembentukan budaya, bukan sekadar pelaksana tugas teknis. Perubahan perilaku di lingkungan madrasah diharapkan tumbuh melalui keteladanan dan partisipasi bersama.
Baca Juga : Freeport Ajak Warga Banyuwangi Gresik Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan SK dan penyematan simbol atau atribut Kader Adiwiyata oleh Pembina Apel. Penyematan itu menjadi penanda dimulainya amanah para siswa untuk menjalankan peran sebagai penggerak gerakan peduli lingkungan di masing-masing kelas.
“Terus bersama melangkah mewujudkan madrasah Adiwiyata yang elok dan cinta lingkungan,” menjadi semangat yang ditekankan dalam penguatan gerakan tersebut.
Setelah prosesi pelantikan dan penyematan atribut, seluruh kader mengikuti foto bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MTsN 2 Kota Malang memperkuat keterlibatan siswa dalam membangun lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau, nyaman, dan berkelanjutan.
Melalui kader yang tersebar di setiap kelas, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai program kelembagaan. Kebiasaan menjaga kebersihan, mengelola sampah, merawat tanaman, menghemat energi dan air diharapkan menjadi bagian dari keseharian seluruh warga MTsN 2 Kota Malang.
