18 Siswa Sekolah Rakyat Asal Kediri Resmi Dipulangkan dari Kota Batu

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

11 - Aug - 2026, 03:20

Ilustrasi. Sekolah Rakyat Menengah Pertama 14 Batu memulangkan belasan siswa ke daerah asal Kediri untuk pemusatan pembelajaran di sekolah rakyat masing-masing kota yang telah disetujui.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Dinamika penataan peserta didik program Sekolah Rakyat (SR) angkatan pertama yang mengenyam pendidikan di Kota Batu terus bergulir. Menyusul kebijakan pemusatan fasilitas belajar ke daerah asal dari pemerintah pusat, puluhan siswa asal Kabupaten dan Kota Kediri secara resmi ditarik kembali ke daerahnya.

Langkah pemulangan ini merupakan bagian dari skema pemetaan zonasi pendidikan asrama yang digulirkan Kementerian Sosial (Kemensos) RI tersebut. Anak-anak yang semula menempuh studi di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Batu tersebut kini dialihkan ke fasilitas lokal yang mulai beroperasi di Kediri.

Baca Juga : Siswa Wajib Tahu! MBG Harus Dikonsumsi Maksimal 4 Jam, Tak Boleh Dibawa Pulang

Kepala SRMP 14 Batu Yulianah membenarkan adanya pengurangan jumlah peserta didik di sekolah yang dipimpinnya. Ia menegaskan bahwa proses kepindahan belasan siswa tersebut telah berstatus resmi dan mengantongi payung hukum dari kedinasan terkait.

"Ada 18 siswa asal Kediri yang resmi ditarik untuk berpindah lokasi studi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kediri," kata Yulianah.

Ia merinci bahwa dari total 18 siswa kelas 8 yang dipindahkan tersebut, sebanyak 17 anak berasal dari Kota Kediri dan 1 siswa lainnya dari Kabupaten Kediri. Seluruh administrasi pendidikan dan data operasional para siswa dipastikan telah dimutasi secara penuh agar tidak mengganggu kalender akademik.

"Pemindahan lokasi belajar bagi 18 siswa ini sudah berlaku efektif 8 Agustus," beber Yulianah.

Kepindahan ini secara otomatis mengubah komposisi jumlah peserta didik angkatan 2025/2026 di SRMP 14 Batu yang semula tercatat 149 anak kini menyusut menjadi 131 anak. Kebijakan ini dinilai lebih efisien secara geografis karena mendekatkan anak-anak rentan miskin dengan domisili keluarga mereka.

Baca Juga : MTsN 2 Kota Malang Dorong Kader Adiwiyata Jadi Penggerak Perubahan Budaya Lingkungan

Di sisi lain, Pihak sekolah memastikan proses pembelajaran bagi sisa siswa asal daerah lain, termasuk warga lokal Kota Batu, tetap berjalan secara normal. Negara tetap menjamin kualitas pendampingan, kurikulum, serta fasilitas asrama tanpa ada perubahan sedikit pun.

Kini, pengelola SRMP 14 Batu berfokus mengawal proses belajar siswa yang tersisa sambil menunggu penyelesaian infrastruktur permanen di Kota Batu.

"Agar Sekolah Rakyat di Jawa Timur tidak terjadi penumpukan siswa di satu daerah rintisan," imbuhnya.