Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Jelang Idul Fitri, Pemkot Malang Waspadai Praktik Penggelembungan Harga Pangan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

23 - Feb - 2026, 16:48

Placeholder
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat meninjau Cold Storage Milik Perumda Tunas.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bergerak cepat merespons arahan Menteri Dalam Negeri jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Hal itu disampaikan Wahyu usai mengikuti rapat koordinasi melalui zoom bersama Menteri Dalam Negeri, yang secara khusus menyoroti stabilitas harga sejumlah komoditas pangan.

Menurut Wahyu, ada tiga komoditas yang menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Salah satunya cabai, yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga. “Tadi sudah kita lihat, alhamdulillah cabai sudah turun,” ujarnya.

Baca Juga : Gelar Mudik Gratis, Pemkab Jember Tambah Jalur Tujuan

Selain cabai, komoditas ayam juga menjadi sorotan. Wahyu mengaku telah meninjau langsung proses pemotongan dan penyimpanan ayam di salah satu pelaku usaha, yakni Tunas. Dari hasil pemantauan sementara, terdapat kecenderungan kenaikan harga pada komoditas tersebut.

“Kita melihat memang ada kecenderungan naik. Tapi ini masih di level produsen, bukan distributor,” tegasnya.

Karena itu, Pemkot Malang akan melakukan pengecekan lanjutan hingga ke tingkat distributor dan pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mata rantai distribusi berjalan wajar tanpa adanya praktik yang merugikan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Wahyu juga meninjau fasilitas cold storage milik Tunas yang disebut dalam kondisi penuh. Dua unit cold storage tersebut disewakan kepada sejumlah pelaku usaha, termasuk pengusaha mi ternama, serta pihak lain yang menitipkan komoditas ekspor.

Beberapa komoditas yang diekspor dari fasilitas tersebut antara lain daun turi, daun singkong, cabai, daun melinjo, tape hingga tewel. Menurut Wahyu, tingginya permintaan menjelang hari raya turut memengaruhi dinamika harga di tingkat produsen.

Hasil pemantauan ini, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Bahkan, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri juga telah meminta Satgas Pangan dari kepolisian untuk turun langsung ke lapangan.

Baca Juga : Mengintip Kesuksesan Bisnis Mie Gacoan: Jualan Murah Tapi Tetap Untung Triliunan? 

“Ditenggarai ada penggelembungan harga dari distributor ke pengepul. Tahun lalu juga ada kecenderungan seperti itu,” ungkap Wahyu.

Ia menilai, dalih peningkatan permintaan menjelang hari raya kerap dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan lebih. Dampaknya, masyarakat sebagai konsumen akhir yang harus menanggung beban lonjakan harga.

Untuk itu, Wahyu berharap tim gabungan yang melibatkan Satgas Pangan, Polresta, hingga unsur TNI dapat turun bersama guna memastikan tidak ada praktik penggelembungan harga.

“Kita ingin melihat sejauh mana indikasi itu ada. Kalau memang ditemukan, tentu akan kita tindaklanjuti,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan wali kota malang wahyu hidayat harga sembako kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kalimantan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana