Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

LKPJ 2025 Pemkot Batu: Serapan Belanja Fisik Masih Tertahan di 85 Persen, Silpa Rp126 Miliar Jadi PR Evaluasi

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

28 - Mar - 2026, 11:34

Placeholder
Wali Kota Batu Nurochman saat menandatangani berita acara LKPJ 2025 di Gedung DPRD Kota Batu, Jumat (27/3/2026).(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Wajah anggaran Pemerintah Kota Batu sepanjang tahun 2025 menjadi sorotan utama dalam Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang digelar di Kantor DPRD Kota Batu, Jumat (27/3/2026). Di tengah upaya meningkatkan pendapatan daerah, daya serap belanja daerah belum menyentuh angka maksimal.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam penyampaian Nota Pengantarnya membeberkan bahwa realisasi belanja daerah pada akhir tahun anggaran 2025 terhenti di angka Rp1,110 triliun atau setara dengan 89,16 persen. Kondisi ini menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sebesar Rp126 miliar.

Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025

"Dokumen LKPJ ini sekaligus menjadi dasar evaluasi objektif atas kinerja pelaksanaan program dan kegiatan kami. Meski Silpa menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai Rp154 miliar, angka Rp126 miliar ini tetap memerlukan evaluasi mendalam," tegas pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Poin yang paling mencuri perhatian adalah rendahnya serapan pada pos belanja modal yang diperuntukkan bagi pembangunan fisik. Realisasi belanja modal hanya menyentuh Rp79,4 miliar atau sekitar 85,30 persen dari target. Hal ini menunjukkan adanya hambatan dalam eksekusi proyek-proyek strategis di lapangan yang mengakibatkan anggaran besar mengendap di akhir tahun.

Padahal, pendapatan daerah terkumpul hingga Rp1,092 triliun atau 99,20 persen dari target. Bahkan, sektor pendapatan transfer menembus 102,09 persen. Namun, derasnya arus uang masuk ini belum diimbangi dengan belanja yang setara.

Meski demikian, Wali Kota asli Desa Sumberejo ini memastikan bahwa setiap rupiah yang terserap tetap diprioritaskan pada program krusial. Fokus utamanya meliputi peningkatan pertumbuhan ekonomi, penanganan kemiskinan ekstrem, hingga pemerataan infrastruktur di tingkat desa dan kelurahan.

"Kami pastikan semua terinci secara transparan dan akuntabel. Kami juga sangat membuka ruang bagi rekomendasi dari legislatif maupun masyarakat agar pembangunan daerah lebih konkret ke depannya," tambahnya.

Baca Juga : MBG di Kota Malang Start Lagi 31 Maret, Kasus Menu Tak Layak Jadi Sorotan Evaluasi

Ke depan, Pemkot Batu menargetkan sinkronisasi yang lebih harmonis antara pendapatan dan belanja. Evaluasi LKPJ ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih efisien dan tepat sasaran dalam mengeksekusi anggaran.

"Yang terutama agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat Kota Batu secara nyata," imbuh Cak Nur.


Topik

Pemerintahan wali kota batu lkpj kota batu silpa apbd kota batu pemkot batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kalimantan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan