Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Saiful Mujani Serukan Jatuhkan Prabowo Lewat Demo, Ini Alasannya 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Apr - 2026, 20:22

Placeholder
Pengamat politik senior Saiful Mujani. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Potongan video pernyataan pengamat politik senior Saiful Mujani yang menyerukan upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto lewat konsolidasi aksi massa mendadak viral di media sosial. 

Cuplikan pidato itu berasal dari forum halal bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026. Dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia, Saiful menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan Prabowo setelah lebih dari setahun menjabat. 

Baca Juga : Dugaan Korupsi Jual Beli Kios Pasar Among Tani Mencuat, Kejari Batu Panggil Belasan Pedagang Besok

Di hadapan sejumlah akademisi dan pegiat demokrasi, Saiful menilai jalur formal seperti pemakzulan di DPR atau MPR nyaris mustahil ditempuh lantaran kuatnya koalisi pendukung pemerintah di parlemen.

“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ujar Mujani.

Dalam pidatonya, Saiful menyebut mekanisme formal tidak lagi efektif sebagai jalan koreksi terhadap pemerintah.

Menurutnya, dominasi kekuatan politik di parlemen membuat opsi pemakzulan hampir tertutup. Karena itu, tekanan dari luar sistem dinilai menjadi satu-satunya jalur yang tersisa.

Narasi tersebut kemudian dibaca banyak pihak sebagai seruan people power, yakni mobilisasi kekuatan sipil melalui aksi massa dan demonstrasi besar.

Pernyataan itu juga disebut bukan sikap yang muncul secara tiba-tiba. Secara historis, Saiful memang dikenal sebagai pengamat yang kerap bersikap kritis terhadap Prabowo, termasuk sejak kontestasi Pilpres 2014 hingga Pemilu 2024. 

Tak butuh waktu lama, video pidato tersebut menyebar luas di berbagai media sosial. Respons publik pun langsung terbelah.

Sebagian warganet menilai pernyataan Saiful merupakan bentuk kritik demokratis yang sah, terutama ketika ruang oposisi formal dianggap melemah.

Baca Juga : DPUPRPKP Kota Malang Pikirkan Kebutuhan Air Bersih untuk Anak Cucu, Siapkan Ranperda Konservasi Air

Namun, tidak sedikit pula yang menilai seruan itu terlalu berbahaya karena berpotensi memicu instabilitas politik dan polarisasi sosial.

Polemik semakin memanas setelah sejumlah pihak dari lingkaran pemerintah ikut memberikan tanggapan. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, misalnya, ikut mengkritik balik pernyataan tersebut. 

Sementara dari internal SMRC, pihak lembaga meminta publik melihat video secara utuh agar konteks pernyataan Saiful tidak terpotong.

“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” ujar Saidiman Ahmad dari SMRC, dikutip Senin (6/4/2026). 

Seruan Saiful ini muncul di tengah menguatnya kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran pada April 2026. Sejumlah isu seperti tekanan ekonomi, konsolidasi kekuasaan, hingga perdebatan mengenai dinasti politik menjadi topik tengah ramai dibahas di ruang publik.

Itulah yang membuat video Saiful Mujani kini viral. Hingga Senin (6/4/2026) malam, nama Saiful Mujani bahkan masuk di deretan google trend. 


Topik

Pemerintahan Saiful Mujani Presiden Prabowo Demo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kalimantan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni