JATIMTIMES - DPRD Kota Malang mendorong percepatan relokasi di kawasan Pasar Gadang. Langkah ini untuk memastikan proyek jalan senilai Rp 14 miliar segera dieksekusi.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, menegaskan anggaran sudah disiapkan. Pembangunan Jalan Gadang ditargetkan berjalan tanpa hambatan.
Baca Juga : Proyek Jalan Pasar Gadang Dimulai Awal Mei, DPUPRPKP Kota Malang Ungkap Teknis Pengerjaan
Ia menjelaskan, alokasi sekitar Rp 14 miliar telah masuk dalam perencanaan. Anggaran itu mencakup pembangunan fisik jalan secara menyeluruh.
“Prinsipnya karena sudah kita anggarkan sekitar Rp 14 miliar, harapannya proses relokasi bisa lebih cepat,” ujarnya.
Sedangkan saat ini, kondisi jalan di Pasar Gadang cukup memprihatinkan. Keberadaan jalan berlubang di banyak titik seakan menjadi pemandangan yang lumrah.
Ironinya, ruas jalan tersebut memiliki peran yang cukup vital bagi masyarakat Kota Malang. Sebab menjadi salah satu jalan pintas yang menghubungkan Kecamatan Sukun dengan Kecamatan Kedungkandang.
Selain itu, tak jarang para pengguna jalan harus beradu dengan aktivitas perdagangan di sepanjang ruas jalan Pasar Gadang. Termasuk aktivitas bongkar muat truk bermuatan besar.
Menurut Anas, percepatan relokasi menjadi kunci utama. Tanpa itu, pelaksanaan proyek berpotensi molor dari jadwal.
Ia mengingatkan, pembangunan fisik membutuhkan tahapan panjang. Mulai dari perencanaan, proses lelang, hingga pengerjaan di lapangan.
“Jangan sampai kita terlambat mengeksekusi jalan di Pasar Gadang. Karena tahapan pembangunan ini butuh waktu,” tegasnya.
Baca Juga : Viral Video Rokok dan Bunga di Jembatan Cangar, Jadi Simbol Duka
Terkait teknis, Anas memastikan jalan akan dibangun dengan konstruksi beton. Metode ini dipilih untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan jalan.
“Iya, nanti dicor beton,” katanya singkat.
Namun, ia menegaskan detail spesifikasi teknis berada di tangan Dinas Pekerjaan Umum. DPRD berfokus pada pengawasan dan dorongan percepatan program.
Anas kembali menekankan pentingnya manajemen waktu. Keterlambatan relokasi bisa berdampak pada serapan anggaran.
“Eman-eman anggaran yang sudah kita alokasikan kalau sampai tidak tereksekusi,” tandasnya.
