Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral Sisa Makanan Program MBG di Depok, Anggaran Triliunan Terbuang

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

15 - Jun - 2026, 19:18

Placeholder
Tampak sisa MBG yang terbuang di ember. (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Baru-baru ini viral video yang memperlihatkan tumpukan sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam rekaman tersebut, terlihat nasi dan lauk pauk yang masih tersisa dalam jumlah cukup banyak dikumpulkan ke dalam ember besar setelah para siswa selesai makan.

Unggahan itu pun memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menyayangkan banyaknya makanan yang terbuang, sementara lainnya menilai perlu ada evaluasi terhadap menu yang disajikan agar lebih sesuai dengan selera anak-anak.

Baca Juga : Eastfood Indonesia Expo: Tak Hanya Pameran Jajanan Tradisional tapi Juga Tawarkan Paket Kemasan Makanan

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.

Dalam video yang diunggah akun Threads @socialfeed, tampak seorang perempuan berhijab mengenakan topi pelindung sinar matahari duduk di area luar ruangan. Di sampingnya, ratusan wadah makanan atau ompreng berbahan stainless steel terlihat bertumpuk tinggi dan mengantre untuk dibersihkan.

Potret seorang ibu mengambil sisa makanan MBG. (Foto: Threads)

Potret seorang ibu mengambil sisa makanan MBG. (Foto: Threads)

Satu per satu ompreng tersebut dibuka. Dengan menggunakan entong berwarna oranye, perempuan itu memindahkan sisa makanan ke dalam baskom plastik berwarna hijau.

Yang menjadi sorotan, sebagian besar isi ompreng masih menyisakan nasi dan lauk dalam jumlah cukup banyak. Bahkan, beberapa porsi tampak nyaris utuh seperti belum tersentuh. Sementara makanan pendamping seperti buah justru lebih banyak dihabiskan.

Di akun lainnya, seorang guru memotret sisa nasi dan lauk yang dikumpulkan ke dalam ember hitam berukuran besar. Dari foto itu, terlihat isi ember didominasi nasi putih yang bercampur dengan sayuran hijau serta butiran jagung manis yang masih utuh. Di dekatnya juga terdapat ember berwarna biru yang berisi sisa remahan nasi dan jagung.

Video tersebut sontak menyita perhatian publik. Berbagai komentar bermunculan, mulai dari masukan terkait pola penyajian makanan hingga kritik terhadap potensi pemborosan anggaran negara.

Baca Juga : Indonesia Gawat Darurat Menggema di DPRD Kota Malang, Mahasiswa UB Ultimatum Aksi Lebih Besar

Sejumlah warganet menilai bahwa tidak semua anak terbiasa mengonsumsi menu yang disediakan dalam program tersebut. Karena itu, mereka menyarankan agar mekanisme pengambilan makanan dibuat lebih fleksibel.

"Karena tidak semua anak bisa makan atau terbiasa makan makanan bgitu. Terlebih ada yg makan bberapa suap sesuai dirumahnya. Coba dibuatkan sprti catering. Bisa ngambil semampu mreka," tulis akun @wahy****.

Komentar lain menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
"Anggaran triliunan tapi mubadzir dibuang-buang gini ya," sentil akun @huj****.

Ungkapan serupa juga datang dari seorang warganet yang mengaku berprofesi sebagai tenaga pendidik. Ia mengaku prihatin lantaran kerap menyaksikan makanan program MBG terbuang setiap harinya.

"Sebagai tenaga pendidik yang tiap hari lihat makanan dibuang gini, aku pengen program MBG di stop dan digantikan dengan program sekolah gratis. Sayang tiap hari mbak disekolah buang maknan gini," ungkap akun @lisna**** di kolom komentar.


Topik

Peristiwa MBG Makan Bergizi Gratis badan gizi nasional bgn dapur mbg



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kalimantan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa