JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Pasar Murah ke-88 di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 31 Juli 2026. Pada kegiatan Pasar Murah tersebut mencatatkan nilai transaksi yang mencapai Rp96 juta.
Dari pantauan JatimTIMES, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa nampak hadir untuk meninjau sekaligus melayani langsung masyarakat yang berbelanja di Pasar Murah tersebut. Alhasil, ratusan masyarakat turut menyambut dengan antusias agenda Pasar Murah tersebut.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Program Kuliah, 323 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Jalani MPLS
Dalam pernyataannya, disampaikan Khofifah, penyelenggaraan Pasar Murah tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Jatim untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, sekaligus mempermudah masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Program Pasar Murah ini merupakan yang ke-88 di tahun 2026. Melalui program ini, kami berharap ada stabilisasi harga, penetrasi terhadap inflasi, dan mendekatkan penjangkauan kepada masyarakat, konsumen," ujar Khofifah kepada JatimTIMES saat ditemui disela-sela agenda peninjauan.
Sebagaimana yang telah disampaikan di awal, pada peninjauan yang dilakukan Gubernur Khofifah bersama sejumlah Kepala Perangkat Daerah tersebut mencatat total transaksi yang mencapai Rp96.068.250.
Rinciannya, total transaksi bahan pokok mencapai Rp90.678.000. Kemudian total transaksi produk Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) sebesar Rp5.390.250.
"Kami berharap bahwa apa yang kami lakukan ini menjadi bagian dari komplementaritas dengan program yang dilakukan oleh kabupaten dan kota," imbuhnya.
Baca Juga : Semester Pertama 2026, User JConnect Naik dan Tembus Satu Juta Lebih Pengguna
Perlu diketahui, beberapa komoditas bahan pokok yang dijual pada Pasar Murah tersebut meliputi 1200 sak beras SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, 100 sak beras premium, 200 kilogram gula, 336 liter minyak goreng, 200 kilogram telur ayam ras.
Kemudian bawang merah, bawang putih, tepung, cabai rawit merah, cabai merah besar, hingga daging ayam ras. Di mana, seluruh stok komoditas bahan pokok yang disediakan oleh Pemprov Jatim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan tersebut telah terjual habis.
"Melalui Pasar Murah ini tentunya kami juga berharap terjadi stabilisasi harga, penetrasi dari inflasi, dan dapat mendekatkan penjangkauan kepada masyarakat, konsumen," pungkasnya.
