Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bendera Merah Putih 1.000 Meter Persegi Kembali Dibentangkan di Gunung Panderman Batu

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : A Yahya

18 - Aug - 2026, 10:57

Placeholder
Bendera merah-putih raksasa membentang di Gunung Panderman dengan ketinggian 1.737 mdpl.(Foto: Dokumen Komunitas Cansabalas Batu)

JATIMTIMES – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batu diwarnai aksi unik. Di antaranya yang dilakukan puluhan pegiat atau pencinta alam dari berbagai komunitas membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa di kawasan lereng tebing Gunung Panderman.

Aksi pembentangan bendera raksasa di ketinggian 1.737 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini resmi dilakukan sejak Minggu (16/8/2026) siang. Setelah membentang gagah selama tiga hari di tebing pegunungan, prosesi penurunan bendera tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (18/8/2026) hari ini.

Baca Juga : HUT RI ke-81, Freeport Tegaskan Komitmen Bangkit dan Tumbuh Bersama Indonesia

Anggota Cansabalas Adventure Team Independent Community Mufid Andrianata mengungkapkan bahwa aksi heroik ini telah menjadi tradisi tahunan gabungan pegiat alam dan Siswa Pencinta Alam (Sispala). "Kalau dulu diawali dengan aksi kirab pengarakan bendera secara bergantian dari Alun-Alun Kota Batu sampai puncak Gunung Panderman. Namun, melihat kondisi saat ini, pembentangan dilakukan langsung dari titik lokasi," ujar pria yang akrab disapa Ata tersebut.

Bendera raksasa yang menghiasi tebing Gunung Panderman itu memiliki dimensi 25 x 40 meter atau seluas 1.000 meter persegi. Kain bendera legendaris ini merupakan hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sejak tahun 2012 dan pernah meraih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

Proses pembentangan bendera di lereng tebing menyajikan tantangan ekstrem akibat kecuraman medan serta terpaan angin kencang di ketinggian. Demi keamanan, sekeliling kain dilapisi tali penguat khusus dan ditahan menggunakan pasak-pasak berukuran besar.

"Karena penambahan material penguat ini, bobot benderanya yang semula 1,5 kuintal kini membengkak lebih dari dua kali lipat," jelas Ata.

Baca Juga : Dosen STIE IBMT Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Buat Komik Digital Berbahasa Inggris, Nilai Pemahaman Karang Taruna Melonjak

Lokasi pembentangan sengaja dipilih di jalur khusus tebing agar bentangan Merah Putih dapat terlihat jelas dari lanskap bawah Kota Batu. Jika cuaca cerah tanpa kabut, visual bendera raksasa tersebut bahkan dapat dipantau langsung dari area Alun-Alun Kota Batu hingga kawasan Abdul Ghani Atas.

Mengingat usia kain yang sudah mencapai 13 tahun dan rentan robek akibat terpaan cuaca ekstrem, pihak komunitas berharap adanya dukungan peremajaan bendera baru. Langkah ini penting agar tradisi tahunan pengibaran Merah Putih di Gunung Panderman dapat terus dilestarikan oleh para generasi muda pencinta alam.


Topik

Peristiwa merah putih gunung panderman mufid andrianata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kalimantan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa