JATIMTIMES - Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengunjungi Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Pejabat yang akrab disapa Zulhas ini hadir di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah bersama jajaran dan didampingi pemilik Turen Indah Group Makhrus Sholeh dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar. Semuanya tampak berseragam mengenakan baju takwa berwarna putih dan sarung.
Baca Juga : Setahun Mas Ibin Memimpin Kota Blitar: Birokrasi Solid, Kemiskinan Turun, Prestasi Nasional Mengalir
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyampaikan, bahwa kehadirannya di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah untuk memastikan penyelenggaraan Program MBG telah berjalan dengan lancar. Terlebih lagi saat memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, program MBG harus tetap dijalankan dan didistribusikan kepada para penerima manfaat.
"Ini kita memastikan MBG berjalan dengan baik di Bulan Suci Ramadan. Tadi teman-teman juga menyaksikan kita makan bersama dengan para santri," ungkap Zulhas kepada JatimTIMES.com, Senin (23/2/2026).
Pihaknya menjelaskan, meskipun telah memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, program MBG tetap berjalan seperti biasanya. Hanya saja terdapat beberapa pengaturan mekanisme penyaluran serta bentuk MBG yang diberikan kepada para penerima manfaat.
"Jadi walaupun bulan puasa, MBG berjalan seperti biasa. Hanya saja siswa-siswi siang hari sekolah umum yang muslim itu diganti makan kering seperti kurma, roti, telur dan susu itu makanan kering," jelas Zulhas.
Namun, itu hanya berlaku bagi para pelajar muslim yang mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah umum. Sedangkan untuk pelajar non muslim, serta penerima manfaat MBG lainnya tetap menerima paket MBG di waktu normal seperti biasa.
"Siswa yang non muslim tetap seperti biasa, ibu hamil tetap seperti biasa, ibu menyusui tetap seperti biasa, balita tetap seperti biasa, kalau untuk pondok pesantren digeser bukan siang, menjadi jam 6 sore. Kalau di BGN makan siang di pondok digeser ke malam," beber Zulhas.
Baca Juga : Tak Ada di Negara Lain, Tradisi Imsak Hanya Populer di Indonesia Saat Ramadan
Pihaknya pun juga mengapresiasi proses penyelenggaraan Program MBG di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah pada saat Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Terlebih lagi pada saat Zulhas bertanya kepada para santri, semuanya merasa senang dengan Program MBG.
"Tadi anak-anak juga menjawab semuanya senang dan makanannya bagus. Saya tanya tadi bagaimana kalau di stop, semua nggak ada yang mau, semua terus happy dengan MBG," tutur Zulhas.
Lebih lanjut, ia menambahkan, bahwa asupan seorang anak akan memengaruhi proses pertumbuhan fisik untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas. "Saya kira memang asupan itu akan menentukan fisik anak-anak kita, kecerdasan anak-anak kita, dan pada akhirnya akan menentukan masa depan Indonesia," pungkas Zulhas.
