JATIMTIMES - Libur panjang Idul Fitri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak selama masa liburan sekolah. Pesan ini disampaikan langsung Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM sebagai bentuk perhatian terhadap keamanan dan perkembangan siswa di luar lingkungan sekolah.
Menurut Suwarjana, masa libur sekolah yang dimulai pertengahan Maret hingga akhir bulan sering kali menjadi momen yang dinanti para siswa. Namun di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam memastikan anak-anak tetap menjalani aktivitas yang positif selama liburan.
Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan
“Anak-anak boleh bergembira, boleh merayakan kemenangan di Bulan Suci Ramadan dengan Idul Fitri. Tapi harus diingat bahwa ada masyarakat yang juga melihat dan menyoroti kita. Karena itu, ketika liburan, orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anaknya,” ujar Suwarjana.
Ia menjelaskan, masa libur sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kota Malang dimulai pada 16 Maret hingga 30 Maret. Dengan rentang waktu yang cukup panjang tersebut, pengawasan dari orang tua dinilai menjadi kunci agar anak tidak terlibat dalam aktivitas yang berisiko.
Suwarjana menegaskan, ketika sekolah memasuki masa libur, tanggung jawab pengawasan siswa secara langsung memang berada di luar jangkauan pihak sekolah. Karena itu, kerja sama antara orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan yang aman bagi anak-anak.
“Ketika liburan, anak-anak sudah berada di luar tanggung jawab sekolah secara langsung. Bukan berarti kami tidak peduli, tetapi pengawasan utama ada di keluarga. Jadi mari kita saling mengawasi,” katanya.
Selain pesan kepada orang tua, Disdikbud Kota Malang juga mengingatkan pihak sekolah agar tetap memperhatikan keamanan fasilitas pendidikan selama masa libur. Guru dan kepala sekolah diminta memastikan sarana prasarana sekolah tetap aman agar tidak terjadi kerusakan atau gangguan selama aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara.
“Untuk teman-teman guru dan kepala sekolah, karena ini hari libur, pengamanan sarana prasarana sekolah juga harus diperketat,” kata Suwarjana.
Sebelum memasuki masa libur, Disdikbud Kota Malang juga menggelar rangkaian kegiatan bagi siswa melalui Festival Anak Muslim yang digelar bersamaan dengan ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 hingga 150 peserta dari lima kecamatan di Kota Malang, melibatkan siswa tingkat SD dan SMP dari sekolah negeri maupun swasta.
Festival Anak Muslim sendiri mempertandingkan enam cabang lomba. Menurut Suwarjana, kegiatan ini sengaja digelar menjelang libur sekolah agar menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan hasil latihan dan kreativitas yang selama ini mereka tekuni.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Ia menjelaskan, para peserta sebelumnya telah melewati seleksi di tingkat kecamatan sebelum melaju ke tingkat kota. Beberapa cabang lomba bahkan berpeluang melanjutkan kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi di Surabaya.
“Kami ingin kreativitas anak-anak yang selama ini berlatih bisa diuji. Mereka sudah melalui seleksi di tingkat kecamatan, kemudian di tingkat kota. Harapannya tentu ada yang bisa melangkah ke tingkat berikutnya,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Disdikbud berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kompetisi, tetapi juga tetap memiliki ruang ekspresi positif sebelum memasuki masa libur panjang Ramadan dan Idul Fitri.
Di akhir pesannya, Suwarjana kembali menekankan bahwa libur sekolah seharusnya benar-benar dimanfaatkan sebagai waktu istirahat dan kebersamaan keluarga. Ia berharap momentum Ramadan dan Idul Fitri dapat menjadi waktu bagi anak-anak untuk memperkuat nilai kebersamaan sekaligus tetap menjaga perilaku yang baik di tengah masyarakat.
“Libur ya harus libur. Gunakan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan, tapi tetap menjaga sikap dan perilaku,” pungkasnya.
