JATIMTIMES - Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin melantik 34 aparatur sipil negara (ASN) dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di Balai Kota Kusumowicitro, Rabu, 8 April 2026. Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat birokrasi sekaligus mendorong percepatan transformasi menuju kota masa depan.
Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, mengatakan penataan jabatan tersebut merupakan konsekuensi dari implementasi Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 7 Tahun 2022 tentang sistem kerja pada instansi pemerintah. Regulasi tersebut menuntut penyederhanaan birokrasi sekaligus penguatan kinerja organisasi perangkat daerah.
Baca Juga : Ringankan Beban Guru di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Digitalisasi Laporan Bulanan
“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya memperkuat birokrasi agar lebih adaptif, efektif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,” ujar dia dalam sambutannya.

Penguatan Struktur dan Kinerja Birokrasi
Sebanyak 34 ASN yang dilantik terdiri dari berbagai jenjang jabatan strategis. Pengisian posisi ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan di perangkat daerah yang dapat menghambat jalannya pelayanan publik.
Menurut Wali Kota, penempatan pejabat dilakukan berdasarkan evaluasi kompetensi, karakter, dan integritas. Ia menegaskan bahwa kesesuaian antara kemampuan dan jabatan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kinerja birokrasi.
“Menempatkan seseorang pada sebuah jabatan ibarat meletakkan batu bata pada bangunan transformasi kita menuju kota masa depan; harus presisi dan kokoh. Setiap penempatan didasarkan pada evaluasi karakter dan integritas,” tegasnya.
Ia menambahkan, penataan ini juga bertujuan menjaga kesinambungan kinerja pemerintah daerah agar tetap optimal. “Kita tidak ingin pencapaian kinerja OPD terhambat hanya karena kekosongan kepemimpinan. Mesin anggaran harus tetap bergerak untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Momentum Transformasi di Usia 120 Tahun
Pelantikan tersebut memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-120 Kota Blitar. Pemerintah mengusung tema “Transformasi Menuju Kota Masa Depan” sebagai arah pembangunan jangka panjang.
Wali Kota menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk mendorong perubahan fundamental di berbagai sektor. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak lagi bisa berjalan secara rutin tanpa inovasi.
“Pembangunan bukan lagi rutinitas. Kita tidak boleh terjebak pada pola lama yang hanya berfokus pada perbaikan dasar. Kita harus memiliki visi jangka panjang yang terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah Kota Blitar, lanjutnya, telah menyiapkan peta jalan pembangunan yang menekankan keseimbangan antara modernitas dan pelestarian jati diri daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga relevansi kota di tengah dinamika perkembangan zaman.

ASN Diminta Jadi Agen Perubahan
Dalam arahannya, Wali Kota menitipkan sejumlah pesan penting kepada pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan peran ASN sebagai motor penggerak transformasi birokrasi.
“Jadilah agen perubahan. Birokrasi ke depan harus lincah, inovatif, dan tidak lagi terjebak pada cara-cara lama yang menghambat pelayanan publik,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya orientasi pada keberlanjutan dalam setiap program kerja. Setiap kebijakan, kata dia, harus memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Baca Juga : Terungkap di Malam Pertama, Wanita asal Kota Malang Laporkan Suaminya yang Ternyata Wanita ke Polisi
“Pastikan setiap rupiah APBD yang digunakan benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi fondasi Kota Blitar di masa depan,” katanya.
Wali Kota juga mendorong percepatan digitalisasi di seluruh perangkat daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pelayanan. Ia menilai, transformasi digital menjadi keniscayaan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan modern.
“Digitalisasi adalah kunci. Kota masa depan identik dengan efisiensi berbasis teknologi. Saya minta seluruh pejabat mengakselerasi transformasi digital di unit kerjanya masing-masing,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa integritas tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan pemerintahan. Tanpa integritas, seluruh rencana pembangunan dinilai tidak akan berjalan optimal.
“Sehebat apa pun rencana kita, tanpa integritas semuanya akan runtuh. Jadilah teladan bagi staf dan masyarakat,” katanya.

Daftar Pejabat yang Dilantik
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat eselon II turut mengisi posisi strategis di lingkungan Pemkot Blitar. Di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Ronny Yoza Pasalbessy, Kepala Dinas Sosial Eka Atikah, serta Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik Priyo Suhartono.
Selain itu, Juyanto dipercaya sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Tri Iman Prasetyono sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja, serta Widodo Saptono Johanes sebagai Kepala Bapperinda.
Posisi lainnya diisi oleh Heru Eko Pramono sebagai Kepala BPKAD, Suyatno sebagai Kepala Satpol PP, serta Edi Wasono yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Kota Blitar.
Sementara itu, Kusno ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Erlin Ferida Kusnawati sebagai Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP.
Wali Kota berharap, energi baru dari para pejabat yang dilantik mampu mendorong percepatan kinerja pemerintah daerah. Ia menargetkan momentum usia 120 tahun Kota Blitar menjadi titik balik untuk melompat lebih tinggi dalam pembangunan.
“Saudara-saudara adalah motor penggerak transformasi ini. Mari kita jadikan momentum ini untuk bekerja lebih keras, melayani lebih tulus, dan membawa Kota Blitar menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Blitar dalam membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan struktur yang semakin kuat, pemerintah optimistis transformasi menuju kota masa depan dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
