JATIMTIMES - Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali terjadi di Jawa Timur pada Sabtu, 25 April 2026. Sejumlah komoditas penting seperti gas elpiji, cabai, hingga garam mengalami lonjakan harga yang cukup terasa di tingkat konsumen. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Meski demikian, tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan. Beberapa komoditas seperti daging ayam dan minyak goreng justru tercatat turun harga. Perubahan yang beragam ini menunjukkan dinamika pasar yang terus bergerak dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pasokan hingga kondisi cuaca.
Baca Juga : Rekomendasi Film Indonesia untuk Akhir Pekan: Dari Komedi Ringan hingga Drama Menyentuh
Dirangkum dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur:
Daftar Harga Sembako Jawa Timur 25 April 2026
Berikut rincian harga rata-rata bahan pokok di Jawa Timur hari ini:
• Beras premium: Rp 14.843/kg
• Beras medium: Rp 12.766/kg
• Gula kristal putih: Rp 17.280/kg
• Minyak goreng curah: Rp 20.122/kg
• Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.440/liter
• Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.910/liter
• Minyak goreng Minyakita: Rp 16.165/liter
• Daging sapi paha belakang: Rp 125.121/kg
• Daging ayam ras: Rp 33.817/kg
• Daging ayam kampung: Rp 68.424/kg
• Telur ayam ras: Rp 26.217/kg
• Telur ayam kampung: Rp 43.278/kg
• Susu kental manis Bendera: Rp 12.579/370 gr
• Susu kental manis Indomilk: Rp 12.534/370 gr
• Susu bubuk Bendera: Rp 44.625/400 gr
• Susu bubuk Indomilk: Rp 41.466/400 gr
• Garam bata: Rp 2.323
• Garam halus: Rp 9.718/kg
• Cabai merah keriting: Rp 36.113/kg
• Cabai merah besar: Rp 38.756/kg
• Cabai rawit merah: Rp 50.399/kg
• Bawang merah: Rp 35.071/kg
• Bawang putih: Rp 29.603/kg
• Gas elpiji: Rp 20.215
Daftar Komoditas yang Naik Harga
Sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap pasokan seperti cabai dan garam:
• Gas elpiji naik Rp 312 atau 1,57 persen
• Cabai merah keriting naik Rp 716 atau 2,02 persen
• Cabai merah besar naik Rp 1.032 atau 2,74 persen
Baca Juga : Profil Agnes Aditya Rahajeng: Putri Indonesia 2026 dari Banten
• Cabai rawit merah naik Rp 687 atau 1,38 persen
• Garam bata naik Rp 529 atau 29,47 persen
• Garam halus naik Rp 333 atau 3,55 persen
Kenaikan paling mencolok terjadi pada garam bata yang melonjak hampir 30 persen. Sementara itu, cabai masih menjadi komoditas yang fluktuatif karena sangat bergantung pada kondisi panen.
Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga
Di tengah kenaikan sejumlah bahan pokok, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, yang sedikit membantu meringankan beban konsumen:
• Minyak goreng kemasan sederhana turun Rp 442 atau 2,41 persen
• Daging ayam ras turun Rp 735 atau 2,13 persen
• Daging ayam kampung turun Rp 1.916 atau 2,72 persen
• Telur ayam kampung turun Rp 3.018 atau 6,52 persen
Penurunan ini umumnya dipengaruhi oleh pasokan yang cukup stabil di pasar.
Faktor Penyebab Harga Sembako Berubah
Fluktuasi harga sembako bukan tanpa sebab. Ada banyak faktor yang memengaruhi naik turunnya harga di pasaran, di antaranya:
1. Keseimbangan Permintaan dan Pasokan
Ketika permintaan masyarakat meningkat sementara pasokan terbatas, harga akan cenderung naik. Sebaliknya, jika stok melimpah, harga bisa turun.
2. Faktor Cuaca dan Musim
Cuaca ekstrem, hujan berkepanjangan, atau kekeringan dapat mengganggu hasil panen. Hal ini sering terjadi pada komoditas seperti cabai dan bawang yang sangat bergantung pada kondisi alam.
3. Kebijakan Pemerintah
Regulasi seperti impor, subsidi, atau pembatasan distribusi dapat memengaruhi harga. Misalnya, pembatasan impor bisa membuat pasokan berkurang dan harga naik.
4. Biaya Produksi dan Distribusi
Kenaikan harga bahan bakar, pupuk, dan biaya transportasi berdampak langsung pada harga jual di pasar.
5. Nilai Tukar dan Kondisi Ekonomi
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing juga memengaruhi harga, terutama untuk komoditas yang bergantung pada impor.
6. Gangguan Distribusi
Masalah logistik seperti kemacetan atau keterlambatan pengiriman dapat menyebabkan kelangkaan barang di pasar tertentu.
Perlu diketahui, harga sembako dapat berbeda-beda di setiap daerah, tergantung kondisi pasar dan distribusi. Data di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur yang dijadikan acuan umum.
Dengan kondisi harga yang terus berubah, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam berbelanja serta memantau perkembangan harga secara berkala.
