JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlumpur di kawasan pembangunan Sekolah Rakyat, yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Dampak tersebut muncul seiring intensitas aktivitas kendaraan proyek, terutama truk pengangkut material yang keluar masuk lokasi saat hujan turun.
Pemkot memastikan penanganan dilakukan secara langsung melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan pelaksana proyek, agar kondisi di lapangan tetap terkendali serta tidak mengganggu aktivitas warga secara berkepanjangan.
Baca Juga : Meski Bangunan Kian Sepi dan Rusak, Pasar Besar Masih jadi Tumpuan Banyak Pedagang
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atikah, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat selalu ditindaklanjuti secara cepat, termasuk yang disampaikan melalui kanal pengaduan “Sapa Mas Wali”.
“Selama ini setiap ada keluhan, misalnya melalui Sapa Mas Wali, langsung kami koordinasikan. Bahkan sudah ada surat kesanggupan dari pelaksana untuk segera membersihkan sisa-sisa material setiap selesai aktivitas pengerjaan,” ujar Eka Atikah, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, kondisi jalan berlumpur tersebut tidak lepas dari aktivitas proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini tengah berlangsung. Pergerakan kendaraan proyek di area tersebut, khususnya saat hujan, menyebabkan material tanah terbawa ke badan jalan.
Pembersihan Rutin dan Respons Cepat
Eka menjelaskan, ketika muncul kembali keluhan di lapangan, pihaknya segera melakukan koordinasi ulang dengan pelaksana proyek. Respons cepat pun diberikan dengan melakukan pembersihan di titik-titik terdampak.
“Kemarin sempat ada permasalahan lagi, dan itu langsung kami koordinasikan. Alhamdulillah direspons cepat oleh pelaksana. Penanganan langsung dilakukan di lapangan,” katanya.
Ia menilai pelaksana proyek menunjukkan komitmen yang baik dalam merespons setiap pengaduan masyarakat. Bahkan, langkah penanganan dilakukan secara rutin setiap hari untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui.
Berdasarkan laporan lapangan, pembersihan dilakukan di sejumlah titik, termasuk di kawasan Jalan Kapuas dan Jalan Kali Brantas. Upaya tersebut dilakukan dengan mengeruk material lumpur yang menumpuk, kemudian dilanjutkan dengan penyiraman agar jalan kembali bersih dan tidak licin.
“Setiap hari sudah dilakukan pembersihan. Nanti akan terus dioptimalkan. Memang di beberapa titik, khususnya di area barat, kondisinya lebih berlumpur sehingga dilakukan pengerukan terlebih dahulu sebelum disiram,” terang Eka.

Disiplin Pelaksana Jadi Kunci
Pemkot Blitar menekankan pentingnya disiplin dari pelaksana proyek dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja. Pembersihan sisa material setelah aktivitas pengerjaan dinilai menjadi langkah krusial untuk mencegah dampak lanjutan, terutama saat hujan.
“Kami berharap ke depan pelaksana terus disiplin membersihkan sisa-sisa pekerjaan. Kalau ini konsisten dilakukan, insyaallah tidak akan ada masalah lagi,” tegas Eka.
Ia juga menyebut bahwa pelaksana proyek tergolong responsif dan cepat dalam menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Pelaksana termasuk gerak cepat. Setiap ada pengaduan atau keluhan, langsung ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Progres Sekolah Rakyat Capai 40 Persen
Di tengah proses penanganan dampak di lapangan, pembangunan Sekolah Rakyat sebagai program strategis nasional tetap berjalan sesuai rencana. Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.
“Informasi dari PUPR, progres pembangunan Sekolah Rakyat sudah kurang lebih 40 persen. Ini proyek dari pemerintah pusat, dengan target penyelesaian pada Agustus 2026,” jelas Eka.
Baca Juga : Kenaikan Harga Plastik Turut Berdampak pada Produksi Gula Nasional
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dari kelompok kurang mampu.

Verifikasi Calon Siswa Mulai Berjalan
Selain pembangunan fisik, tahapan persiapan operasional juga mulai dilakukan. Salah satunya adalah proses verifikasi calon siswa yang akan menjadi peserta didik di Sekolah Rakyat.
Eka menyampaikan bahwa mekanisme penerimaan siswa tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan melalui verifikasi data oleh Program Keluarga Harapan (PKH).
“PKH sudah menerima data dari Kementerian Sosial. Nanti akan turun ke lapangan untuk verifikasi calon siswa, jadi memang tidak melalui pendaftaran umum,” ujarnya.
Pendekatan ini dilakukan agar program tepat sasaran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Target Rampung Agustus 2026
Pemkot Blitar optimistis pembangunan Sekolah Rakyat dapat rampung sesuai target pada Agustus 2026. Dengan progres yang terus berjalan, fasilitas tersebut diharapkan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kalau sesuai kontrak, pembangunan gedung akan selesai Agustus 2026. Kami di daerah tentu mendukung penuh agar pelaksanaannya berjalan lancar,” kata Eka.
Pemkot Blitar menegaskan bahwa setiap dampak pembangunan akan terus dikawal dan ditangani secara cepat, tanpa menghambat jalannya proyek strategis yang memiliki manfaat jangka panjang.
Respons terhadap keluhan masyarakat menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan publik. Di sisi lain, pembangunan tetap didorong sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaksana proyek, Pemkot Blitar optimistis berbagai kendala di lapangan dapat diatasi secara bertahap, sekaligus memastikan manfaat pembangunan Sekolah Rakyat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
