Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Tembus Puluhan Kilometer dari Kediri Demi IKA-PMII Kota Malang, Mbak Ummu Buktikan Khidmah Tak Mengenal Usia

Penulis : Redaksi - Editor : Redaksi

27 - Jul - 2026, 16:46

Placeholder
Muscab IV IKA-PMII Kota Malang

MALANG – Menempuh perjalanan puluhan kilometer seorang diri dari Kabupaten Kediri menuju Kota Malang bukanlah perkara ringan. Namun, bagi Ummu Fathonah, jarak bukanlah penghalang. Dengan mengendarai sepeda motor, perempuan tangguh asal Kediri itu menerobos terik matahari demi menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IV Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Malang yang digelar pada Ahad (26/7/2026).

Di saat sebagian orang memilih menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau beristirahat di rumah, Mbak Ummu justru memilih perjalanan panjang yang menguras tenaga. Baginya, setiap kilometer yang ditempuh bukan sekadar perjalanan dari satu kota ke kota lain, melainkan wujud nyata kesetiaan kepada organisasi yang telah menempa karakter dan perjalanan hidupnya.

Baca Juga : Perlintasan KA Karangpandan Pakisaji Ditutup Semalam, KAI Minta Pengendara Cari Jalur Alternatif

 

Mbak Ummu, sapaan akrabnya, merupakan alumni PMII Komisariat Sunan Kalijaga (LIGA) Universitas Negeri Malang (UM) angkatan 1996. Kini, ia mengabdikan diri sebagai guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kediri. Meski usia terus bertambah dan rambut mulai memutih, semangat perjuangannya tak pernah surut. Api pengabdian yang ditanamkan PMII puluhan tahun silam tetap menyala, mengiringi setiap langkah pengabdiannya.

Perjalanan dari Kediri menuju Kota Malang dengan sepeda motor seorang diri menjadi bukti bahwa nilai-nilai ke-PMII-an tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan masa studinya. Sebaliknya, nilai-nilai itu terus hidup, tumbuh, dan diwujudkan dalam tindakan nyata sepanjang hayat.

Sesampainya di arena Muscab, rasa lelah yang menyertai perjalanan panjang seolah sirna. Yang tersisa hanyalah kebahagiaan dapat kembali bertemu sahabat-sahabat seperjuangan, mengenang masa-masa pengkaderan, serta mempererat kembali tali persaudaraan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

"Prinsip saya sederhana, selagi masih diberi kesehatan dan kesempatan, khidmah untuk PMII tidak boleh terputus oleh jarak maupun usia. Ini bukan sekadar menghadiri acara, tetapi menjaga silaturahmi dan merawat rumah besar yang telah mendidik kita," tutur Mbak Ummu dengan penuh ketulusan.

Kehadiran perempuan asal Kediri itu sontak menarik perhatian ratusan peserta Muscab. Bukan karena jabatan yang disandang atau posisi strategis yang dimiliki, melainkan karena keteladanan yang ia tunjukkan. Di tengah zaman yang serba cepat dan instan, Mbak Ummu menghadirkan pesan sederhana namun kuat: loyalitas kepada organisasi dibuktikan melalui tindakan, bukan sekadar ucapan.

Bagi banyak peserta, sosok Mbak Ummu menjadi representasi nilai-nilai luhur PMII yang sesungguhnya. Keikhlasan, persaudaraan, pengabdian, dan semangat perjuangan ternyata tidak pernah lekang oleh waktu. Nilai-nilai itu terus hidup dalam diri para alumni, bahkan semakin matang seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup.

Baca Juga : Lima Fraksi Abstain di LKPJ Wali Kota, Silpa Bengkak Menahun Pemkot Malang Disorot

 

Perjalanan puluhan kilometer dari Kediri menuju Kota Malang yang ditempuh seorang diri dengan sepeda motor menjadi simbol bahwa khidmah tidak mengenal batas wilayah, profesi, maupun usia. Ketika banyak orang mengukur pengabdian dengan kenyamanan, Mbak Ummu justru menunjukkan bahwa pengabdian sejati lahir dari ketulusan hati.

Kisah Mbak Ummu menjadi inspirasi bagi generasi muda PMII. Organisasi besar tidak hanya dibangun oleh gagasan-gagasan besar, tetapi juga oleh orang-orang yang setia menjaga api perjuangan tetap menyala. Kesediaannya menempuh perjalanan jauh demi menghadiri forum alumni menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan dalam PMII tidak pernah berakhir ketika seseorang menyandang status alumni.

Muscab IV IKA-PMII Kota Malang pun tidak hanya menjadi forum demokrasi untuk memilih kepemimpinan baru. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang bertemunya kembali nilai-nilai perjuangan, persaudaraan, dan khidmah yang diwariskan lintas generasi. Dan di antara ratusan peserta yang hadir, perjalanan Ummu Fathonah dari Kabupaten Kediri menjadi salah satu kisah yang paling membekas—sebuah pengingat bahwa bagi para kader sejati, jarak hanyalah angka, sementara pengabdian adalah panggilan jiwa yang tak pernah mengenal kata usai.

 


Topik

Serba Serbi Muscap pmii ummu fathonah Kabupaten kediri kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Kalimantan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Redaksi

Editor

Redaksi

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi